Dalam 30 tahun terakhir ini, Indonesia mengalami perubahan pola penyakit. Pada era 1990an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti infeksi saluran pernapasan atas, TBC, diare, dll. Namun sejak tahun 2010, penyebab kesakitan dan kematian terbesar adalah Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, jantung, dan kencing manis. Hal ini didorong oleh perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung tidak aktif secara fisik, konsumsi buah dan sayur yang rendah (banyak makan makanan olahan, siap saji, tinggi gula, garam, dll), serta konsumsi rokok. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 menyatakan bahwa Germas dilakukan sebagai penguatan upaya promotif dan preventif. Gerakan ini berfokus pada 3 kegiatan, yaitu meningkatkan aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta deteksi dini PTM. Seluruh lapisan masyarakat diharapkan terlibat dalam Germas. Bersama-sama, baik individu, keluarga, dan masyarakat mempraktekkan pola hidup sehat sehari-hari. Demikian pula dari kalangan akademisi Poltekkes, dunia usaha, organisasi masyarakat, organisasi profesi, masing-masing menggerakkan institusi dan organisasi agar anggotanya berperilaku sehat (Kemenkes RI, 2017).

Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu sebagai institusi pendidikan kesehatan dan tempat bekerja bagi 167 orang Aparatur Sipil Negara rata-rata bekerja selama 8 jam/hari. Dalam upaya hidup sehat dari sepertiga waktu hidup di lingkup berkerja, maka pegawai di lingkup Poltekkes Kemenkes Palu terus mengupayakan pola hidup sehat dengan melaksanakan program Germas di perkantoran. Mendukung surat edaran Kepala Badan PPSDM kesehatan Nomor HK.02.02/I/004167/2017 tanggal 18 desember 2017 tentang penyediaan konsumsi rapat di Lingkungan badan PPSDM Kesehatan maka Mulai tahun 2018 ini, Poltekkes Kemenkes Palu dalam setiap acara maupun rapat mulai menggunakan makanan ringan yang sehat seperti buah, salad serta makanan rendah kalori. Makanan siang yang disajikan secara prasmanan urutan penataannya mulai sayur, lauk-pauk, buah baru kemudian sumber karbohidrat. (Koresponden : Fahmi Hafid. S.Gz., M.Kes)