Poltekkes Kemenkes Palu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penerapan Outcome-Based Education (OBE). Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyelenggaraan Workshop dan Pendampingan Teknis Implementasi OBE menggunakan SIAKAD OBE Versi 2 yang berlangsung pada 20–21 Januari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Aula Kesehatan Lingkungan (Kesling) Poltekkes Kemenkes Palu serta daring melalui Zoom Meeting. Skema hybrid dipilih untuk memberikan kesempatan partisipasi yang lebih luas kepada dosen, ketua program studi, serta admin perguruan tinggi.

Penguatan Konsep dan Peran Strategis OBE

Hari pertama workshop diawali dengan pembukaan serta arahan pimpinan Poltekkes Kemenkes Palu yang menegaskan bahwa OBE merupakan pendekatan pembelajaran berkelanjutan yang berorientasi pada capaian lulusan dan penjaminan mutu pendidikan.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai konsep OBE dan implementasinya dalam SIAKAD OBE Versi 2, mencakup keterkaitan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga sistem penilaian berbasis OBE.

Workshop kemudian dilanjutkan dengan pengenalan fitur OBE sesuai peran masing-masing pengguna. Admin perguruan tinggi dibekali pemahaman terkait pengelolaan kurikulum dan pemantauan capaian pembelajaran, sementara Kaprodi mendapatkan penjelasan mengenai pemetaan profil lulusan, CPL, CPL–MK, serta monitoring ketercapaian OBE. Pada sesi berikutnya, dosen pengajar diperkenalkan pada alur penyusunan RPS OBE dan mekanisme penilaian berbasis CPMK dan Sub-CPMK.

Diskusi dan tanya jawab yang interaktif menjadi penutup hari pertama, di mana peserta secara aktif menyampaikan berbagai tantangan teknis maupun akademik dalam penerapan OBE.

Pendampingan Teknis untuk Implementasi Nyata

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada pendampingan teknis penggunaan SIAKAD OBE Versi 2. Dosen mendapatkan pendampingan langsung dalam penginputan RPS OBE, pemetaan CPMK–OPM, metode pembelajaran, serta sistem penilaian. Sementara itu, admin perguruan tinggi mengikuti sesi refreshment terkait pengelolaan dan monitoring implementasi OBE di dalam sistem.

Pendampingan berlangsung secara intensif hingga siang hari untuk memastikan seluruh peserta dapat mempraktikkan penggunaan fitur SIAKAD OBE V2 sesuai dengan peran masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan penyelesaian berbagai kendala teknis yang masih dihadapi peserta.

Workshop ditutup dengan sesi evaluasi serta penutupan resmi oleh pimpinan Poltekkes Kemenkes Palu, disertai harapan agar seluruh peserta dapat mengimplementasikan OBE secara konsisten dan optimal dalam proses pembelajaran.

Menuju Pendidikan Bermutu dan Lulusan Unggul

Melalui workshop dan pendampingan teknis ini, Poltekkes Kemenkes Palu diharapkan mampu menerapkan OBE secara lebih terarah, sistematis, dan terdokumentasi dengan baik melalui SIAKAD OBE Versi 2. Penerapan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

continue reading

Related Posts