
Palu, 5 Juni 2026 — Poltekkes Kemenkes Palu melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Policy Brief yang dirangkaikan dengan launching PROMPT atau Program Mentoring Publikasi Terintegrasi. Kegiatan ini berlangsung di Aula Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palu dan diikuti oleh peserta dari PSDKU melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Ir. Erry Ricardo Nurzal, MT., MPA., Tenaga Ahli Utama Dewan Pengarah BRIN dan Analis Kebijakan Ahli Utama BRIN. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pentingnya policy brief sebagai dokumen ringkas berbasis bukti yang dapat digunakan untuk menyampaikan masalah, pilihan kebijakan, rekomendasi, serta risiko dan mitigasi kepada para pengambil keputusan.
Materi yang disampaikan mencakup kerangka analisis kebijakan, penentuan permasalahan kebijakan, identifikasi alternatif kebijakan, penilaian outcome alternatif kebijakan, hingga strategi penulisan policy brief bagi decision makers. Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya menyusun argumentasi yang jelas, alur yang mudah dipahami, bahasa yang ringkas, serta rekomendasi yang langsung mengarah pada kebutuhan pengambilan keputusan.
Melalui kegiatan ini, dosen dan peserta didorong untuk mampu mengubah hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi rekomendasi kebijakan yang lebih aplikatif. Policy brief dinilai penting karena dapat menjembatani dunia akademik dengan pengambil kebijakan, sehingga hasil riset tidak hanya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan program, layanan, dan kebijakan kesehatan.
Direktur Poltekkes Kemenkes Palu, Nurjaya, S.Pd., M.Kes., menyampaikan bahwa penyusunan policy brief merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki oleh dosen dan peneliti. Hal ini sejalan dengan upaya institusi untuk memperkuat pemanfaatan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar berdampak lebih luas bagi institusi, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Kegiatan penyusunan policy brief ini juga termasuk dalam ruang lingkup PROMPT, yaitu program pendampingan yang akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat mulai bulan Juni 2026. Selain policy brief, PROMPT juga mencakup penyusunan artikel publikasi penelitian, artikel pengabdian masyarakat, manajemen referensi, analisis data, penyusunan instrumen digital, pengelolaan jurnal ilmiah, dan penerbitan buku akademik.
Melalui pelatihan ini, Poltekkes Kemenkes Palu berharap para dosen dan peserta mampu menghasilkan policy brief yang tajam, berbasis data, ringkas, dan dapat digunakan sebagai bahan masukan kebijakan. Dengan demikian, hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dapat lebih mudah dipahami oleh pimpinan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam proses pengambilan keputusan.
continue reading
Related Posts
Palu — Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Palu menyelenggarakan [...]