
PALU – Dalam upaya memperkuat sistem ketahanan kesehatan serta merespons tingginya risiko bencana di Sulawesi Tengah , Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu menyelenggarakan praktik lapangan unggulan bertajuk “Bidan Tangguh di Era Krisis: Inovasi, Resiliensi, dan Pelayanan Kebidanan dalam Situasi Bencana dan Darurat Kesehatan”. Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Baiya, wilayah kerja Puskesmas Pantoloan, Kecamatan Tawaeli ini melibatkan 73 mahasiswa. Program ini bertujuan untuk membekali calon bidan dengan kemampuan khusus yang tidak didapatkan hanya melalui teori di bangku kuliah.
Sebelum terjun ke masyarakat, para mahasiswa telah menjalani pembekalan intensif pada 6–7 Mei 2026 di kampus Poltekkes Kemenkes Palu. Menghadirkan narasumber ahli Dr. Indra Supradewi, MKM dan Tim BHD (Bantuan Hidup Dasar) Poltekkes Kemenkes Palu, mahasiswa dilatih untuk mengelola logistik kesehatan seperti Midwifery Kits serta memberikan bantuan hidup dasar dalam keterbatasan sumber daya. Selain kemampuan klinis, mahasiswa juga menyusun peta lokasi kebencanaan serta melakukan latihan edukasi psikososial untuk membantu warga lokal, terutama kelompok rentan, agar lebih siap siaga menghadapi bencana.
Ketua Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Hastuti Usman, SST, M.Keb, menjelaskan bahwa metode yang digunakan adalah High-Fidelity Simulation dan Service Learning. “Mahasiswa tidak hanya belajar, tapi langsung berkontribusi menguatkan kapasitas mitigasi di masyarakat,” tegas Hastuti.
Puncak kegiatan lapangan dilaksanakan pada 11 Mei 2026 di Aula Serbaguna Kelurahan Baiya. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Tawaeli, Puskesmas Pantoloan, Lurah, serta tokoh masyarakat. Fokus utama kegiatan adalah memberikan edukasi dan demonstrasi penanganan bencana kepada kelompok sasaran, yakni: Ibu hamil, Ibu nifas, Ibu balita dan Lansia. Selain di masyarakat umum, edukasi serupa juga menyasar para siswa di SMA Negeri 7 Kota Palu.
Melalui program ini, Poltekkes Kemenkes Palu berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga memiliki resiliensi (ketangguhan) yang tinggi. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan diri dan keselamatan nyawa dalam situasi krisis kesehatan maupun bencana alam.
continue reading
Related Posts
Kegiatan tes kebugaran pegawai dilaksanakan pada Selasa – Rabu, 4 [...]
Direktur & Civitas Akademika Polkespalu mengucapkan selamat kembali bertugas dan [...]