Dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting di Indonesia, tim pengabdian kepada masyarakat yang merupakan dosen Poltekkes Kemenkes Palu Ni Made Ridla Nilasanti Parwata & Fransisca Nya telah melaksanakan kegiatan edukasi dan intervensi gizi dengan fokus pada edukasi keluarga berencana (KB) serta pemanfaatan sumber protein hewani. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Pinedapa pada 16 & 17 Juli 2025.

Stunting, kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang, menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Melalui program pengabmas ini, tim berupaya memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat tentang pentingnya pengaturan jarak kelahiran dengan metode KB yang tepat serta peningkatan konsumsi protein hewani sebagai sumber gizi penting untuk pertumbuhan optimal anak.

Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Betania oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Palu

“Kami mengedukasi para ibu dan keluarga tentang manfaat KB dalam mengatur jarak kelahiran sehingga pertumbuhan anak dapat optimal dan terhindar dari risiko stunting. Selain itu, kami juga memperkenalkan berbagai sumber protein hewani yang mudah didapat dan terjangkau sebagai intervensi gizi,” jelas Ni Made Ridla Nilasanti, ketua tim pengabmas.
Selama kegiatan, peserta juga diberikan edukasi intervensi makanan berbasis protein hewani seperti telur, ikan, dan daging ayam agar lebih menarik dan bergizi. Diharapkan, edukasi ini tidak hanya menambah pengetahuan tetapi juga mengubah pola konsumsi keluarga secara berkelanjutan.

Respon positif dari masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam menerima informasi dan praktik baru yang diberikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Poltekkes Kemenkes Palu dalam mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting demi generasi Indonesia yang sehat dan produktif.