Palu, 22 Mei 2026 – Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Magister Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penguatan Keterlibatan Mahasiswa dalam Pengembangan Pembelajaran Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Jumat-Sabtu, 22-23 Mei 2026 di Palu. Kegiatan ini mengangkat tema “Transformasi Pembelajaran Berbasis Outcome Based Education (OBE) dalam Mewujudkan Lulusan Kesehatan Masyarakat UNTAD yang Unggul, Berdaya Saing, dan Berwawasan Global.”

Pelatihan menghadirkan narasumber Elvyrah Faisal, S.K.M., M.P.H, Kepala Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan Poltekkes Kemenkes Palu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pemahaman dosen dan mahasiswa mengenai pembelajaran berbasis capaian atau outcome dalam pendidikan tinggi.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa OBE merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada capaian pembelajaran lulusan. Dengan pendekatan ini, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi diarahkan untuk memastikan mahasiswa benar-benar mencapai kompetensi yang ditargetkan.

Materi yang disampaikan meliputi dasar regulasi pengembangan kurikulum pendidikan tinggi, tuntutan keterampilan abad ke-21, Standar Nasional Pendidikan Tinggi, penyusunan profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan atau CPL, bahan kajian, mata kuliah, serta penentuan bobot SKS.

Narasumber juga menekankan bahwa dalam Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, kompetensi lulusan dinyatakan sebagai kesatuan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Oleh karena itu, rumusan CPL tidak lagi dipisahkan secara kaku, tetapi harus menggambarkan kemampuan nyata lulusan yang dapat dicapai, diukur, dan dievaluasi.

Selain penguatan konsep OBE, kegiatan ini membahas penggunaan aplikasi SIAKAD dalam mendukung pemantauan ketercapaian CPL. Melalui SIAKAD, dosen dapat menginput dan memetakan capaian pembelajaran mata kuliah terhadap CPL program studi, sehingga ketercapaian kompetensi mahasiswa dapat terdokumentasi dan dievaluasi secara lebih sistematis.

Pemanfaatan SIAKAD diharapkan membantu program studi dalam melakukan monitoring dan evaluasi pembelajaran berbasis data. Dengan demikian, hasil penilaian mahasiswa tidak hanya menjadi nilai akhir mata kuliah, tetapi juga menjadi dasar untuk melihat sejauh mana CPL telah dicapai serta bagian mana yang masih perlu diperbaiki dalam proses pembelajaran.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta diajak memahami hubungan antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, mata kuliah, metode pembelajaran, asesmen, serta pemanfaatan sistem informasi akademik dalam mendukung penjaminan mutu pembelajaran. Peserta juga didorong untuk melihat pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran berbasis OBE, mulai dari memahami capaian pembelajaran, mengikuti proses belajar aktif, hingga memperoleh umpan balik untuk peningkatan kompetensi.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat FKM Untad diharapkan dapat memperkuat implementasi kurikulum berbasis OBE dan pemantauan ketercapaian CPL melalui SIAKAD, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, berdaya saing, serta siap menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

continue reading

Related Posts