Stunting merupakan perhatian utama kesehatan
masyarakat di seluruh dunia. Prevalensi stunting pada baduta di Sulawesi Tengah
pada tahun 2007, 2011 dan 2016 berturut-turut 32,3%, 31,5% dan 26,0%.  Dalam 
sembilan  tahun  terakhir 
terjadi  penurunan  6,2% 
atau  rata-rata  0,6% 
pertahun. Meskipun telah terjadi penurunan, namun masalah stunting masih
perlu penanggulangan. Faktor
langsung yang berkontribusi terhadap stunting yaitu: faktor rumah tangga dan
keluarga, makanan pendamping ASI yang tidak memadai, praktek menyusui yang
tidak memadai, faktor penyakit infeksi dan factor tidak langsung adalah faktor
sosial dan masyarakat.

Salah satu upaya Kementerian Kesehatan untuk
memperkuat kelembagaan
ipteks terapan adalah melalui kegiatan pengembangan Pusat Unggulan
IPTEKS-Poltekkes Kemenkes (PUI-PK) yang tetap dapat melaksanakan Tridharma
perguruan tinggi. PUI-PK diharapkan dapat menjadi sentral dari pengembangan
Ipteks terapan bidang kesehatan di Indonesia serta melibatkan seluruh pemangku
kepentingan.

Poltekkes
Kemenkes Palu sebagai intitusi pendidikan tenaga kesehatan di
wilayah Timur Indonesia berupaya untuk berkontribusi dalam mengatasi
permasalahan stunting
terutama di Sulawesi Tengah melalui Pusat
Studi Stunting Poltekkes Kemenkes Palu (PSSPKP). Diharapkan
dengan adanya PUI-PK ini maka dapat dihasilkan pelbagai produk inovasi yang memberikan dampak positif terhadap capaian indicator
output yang telah ditetapkan berupa academic excellence dan komersialisasi
serta pemanfaatan hasil penelitian
terkait penanggulangan stunting.

Dalam monitoring pembentukan pusat studi stunting pada tanggal 10-12 Desember 2018 diMamboro kampus Poltekkes Kemenkes Palu, Kepala Pusat Pendidikan Sumber DayaManusia Kesehatan PPSDM Sugiyanto S.Pd, M.App, Sc berpesan agar PoltekkesKemenkes Palu dapat berkontribusi untuk mensejahterakan masyarakat sekitar.Paling tidak dengan dibukanya pusat unggulan Iptek menjadi daya ungkit untukpencegahan stunting di sulawesi tengah dan kawasan Indonesia Timur.

Sementara itu, direktur Poltekkes Kemenkes Palu mengatakan Poltekkes Kemenkes Paluditunjuk sebagai pusat unggulan iptek karena skor capaian kriteria berdasarkanpengajuan proposal dengan point 462,5 sehingga menajdiperingkat ke 10 dari 37  poltekkeslainnya di Indonesia.

Untuk itu
pada tahun 2019 akan digelar kegiatan Seminar International of stunting risk
reduction, penerbitan jurnal international, enam kegiatan penelitian topik
stunting, dan fasilitasi riset S3 sebanyak 3 orang dan perluasan MOU dengan
kabupaten Kota di Sulawesi Tengah. Sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Tengah
agar bagaimana Poltekkes Kemenkes Palu bisa maju sejajar dengan poltekkes
lainnya di Indonesia.