Dalam rangka memperkuat penerapan Manajemen Risiko, Poltekkes Kemenkes Palu melaksanakan Pertemuan Penyusunan dan Focus Group Discussion (FGD) Penetapan Profil Risiko Organisasi Tahun 2026 pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh unsur manajemen, pengelola, serta perwakilan Jurusan dan Program Studi di lingkungan Poltekkes Kemenkes Palu.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menghadirkan narasumber dr. Umar Firdous, M.Kes dari Inspektorat IV Kementerian Kesehatan RI, yang memaparkan secara komprehensif filosofi dan implementasi Rumah Penerapan Manajemen Risiko, sebagai kerangka pengendalian risiko dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Dalam paparannya dijelaskan bahwa penerapan manajemen risiko diibaratkan sebagai sebuah rumah, yang dibangun mulai dari fondasi budaya sadar risiko, diperkuat oleh pilar penyelenggaraan, pengawasan, dan pendukung, serta dilandasi oleh proses manajemen risiko yang sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan. Seluruh komponen tersebut diarahkan untuk menopang atap rumah, yaitu peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pencapaian visi, misi, sasaran strategis, dan kinerja organisasi.

FGD ini difokuskan pada proses identifikasi, analisis, evaluasi, dan pengendalian risiko pada tingkat strategis, operasional, hingga kepatuhan, agar risiko yang berpotensi menghambat pencapaian kinerja dapat dimitigasi secara tepat dan terukur.

Direktur Poltekkes Kemenkes Palu dalam arahannya menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko yang terintegrasi di seluruh lini organisasi merupakan kunci dalam mewujudkan tata kelola yang efektif dan akuntabel. Setiap unit kerja diharapkan mampu mengelola risiko secara proaktif serta menjadikan manajemen risiko sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan dan perencanaan kinerja.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Palu berkomitmen memperkuat implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan membangun budaya sadar risiko secara berkelanjutan, guna mendukung pencapaian kinerja institusi yang optimal dan berorientasi pada mutu pelayanan.

continue reading

Related Posts