Palu, 06 Juni 2026 – Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palu kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui demo masak Menu Lansia Sehat sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pola makan bergizi seimbang berbasis pangan lokal. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Putu Candriasih, S.SiT., M.Kes., Bahja, S.Si., M.Si., Diah Ayu Hartini, SKM., M.Kes., dan Muhammad Dahlan, S.Tr.Gz. Kegiatan ini ditujukan bagi masyarakat umum dengan sasaran utama kelompok lanjut usia (lansia), sebagai bentuk edukasi praktis untuk mendukung penuaan yang sehat dan aktif.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak menyaksikan secara langsung proses pengolahan Menu Lansia Sehat yang memanfaatkan bahan pangan lokal bernilai gizi tinggi. Paket menu yang diperagakan terdiri atas nasi ubi ungu, ikan bakar, pepes tahu, sayur lodeh susu kedelai, dan pepaya sebagai buah pencuci mulut. Kombinasi menu ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi lansia dengan memperhatikan keseimbangan antara sumber karbohidrat kompleks, protein berkualitas, serat, vitamin, mineral, dan lemak sehat. Selain itu, tim juga memperkenalkan Roti Sukun Gluten Free sebagai salah satu inovasi pemanfaatan pangan lokal berbahan dasar tepung sukun. Produk ini dikembangkan sebagai alternatif pangan yang lebih sehat, memanfaatkan potensi pangan lokal, serta dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi tepung terigu maupun membutuhkan pilihan makanan bebas gluten.

Selama demo masak berlangsung, peserta memperoleh penjelasan mengenai pemilihan bahan pangan, teknik memasak yang lebih sehat, hingga cara mengolah makanan agar tetap mempertahankan kandungan gizinya. Tim juga menjelaskan manfaat setiap menu bagi kesehatan lansia, seperti menjaga kesehatan jantung, membantu fungsi pencernaan, mempertahankan massa otot, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung pengendalian kadar gula darah dan kolesterol.
Dosen tim Pengabdian kepada Masyarakat, Putu Candriasih, S.SiT., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palu dalam mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai bagian dari pola makan sehat.

“Melalui demo masak ini kami ingin menunjukkan bahwa pangan lokal dapat diolah menjadi menu yang sehat, bergizi seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan lansia. Bahan-bahan yang digunakan mudah diperoleh di sekitar kita, sehingga masyarakat dapat menerapkannya secara mandiri di rumah. Harapannya, pemanfaatan pangan lokal tidak hanya meningkatkan kualitas gizi keluarga, tetapi juga mendukung kesehatan dan kualitas hidup lansia,” ujar Putu Candriasih.
Selain mendemonstrasikan menu utama bagi lansia, tim pengabdian juga memperkenalkan Roti Sukun Gluten Free sebagai hasil inovasi pengembangan pangan lokal Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palu. Roti ini dibuat menggunakan kombinasi tepung sukun dan tepung beras, menghasilkan tekstur yang lembut serta bebas gluten. Melalui inovasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada potensi buah sukun sebagai bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mendukung diversifikasi pangan dan pola konsumsi yang lebih sehat.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya diskusi mengenai pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif menu sehari-hari yang sehat, mudah diolah, dan ekonomis. Melalui pendekatan praktik secara langsung, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai penyusunan menu bergizi seimbang, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan berbagai olahan pangan lokal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana interaktif selama kegiatan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi pangan yang sehat, praktis, dan mudah diakses.
Menu yang diperkenalkan pada kegiatan ini merupakan hasil pengembangan tim pengabdian Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palu dengan mengedepankan potensi pangan lokal sebagai sumber gizi yang mudah diakses masyarakat. Penyusunan paket Menu Lansia Sehat dilakukan oleh Putu Candriasih, S.SiT., M.Kes. dan Bahja, S.Si., M.Si. bersama tim, berdasarkan prinsip gizi seimbang dan kebutuhan gizi lansia. Paket menu tersebut terdiri atas nasi ubi ungu sebagai sumber karbohidrat kompleks, ikan bakar sebagai sumber protein hewani, pepes tahu sebagai sumber protein nabati, sayur lodeh susu kedelai sebagai sumber serat dan vitamin, serta pepaya sebagai pelengkap buah. Sebagai pelengkap edukasi, tim juga memperkenalkan Roti Sukun Gluten Free sebagai contoh inovasi pengolahan pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi pangan fungsional bernilai gizi sekaligus memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi edukasi gizi berbasis pangan lokal sebagai salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan kekayaan pangan lokal dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga, sekaligus mendukung terwujudnya lansia yang sehat, aktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

continue reading

Related Posts