Uncategorized

Visitasi Akreditasi Prodi D-III Keperawatan Toli-Toli

Program Studi D-III Keperawatan Kampus Toli-Toli, Poltekkes Kemenkes Palu, telah melaksanakan kegiatan Visitasi Akreditasi (Asesmen Lapangan) pada tanggal 18–21 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan mutu pendidikan serta pemenuhan standar akreditasi dari LAM-PTKes sebagai lembaga akreditasi mandiri di bidang kesehatan.

Asesmen lapangan dipimpin oleh dua asesor, yaitu Heru Supriyanto, MN dan Dr. Dyna Apriany, S.Kp., M.Kep, yang melakukan verifikasi langsung terhadap seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan. Penilaian mencakup Kriteria 1–8, meliputi:

  1. K1: Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi
  1. K2: Kurikulum
  2. K3: Penilaian
  3. K4: Mahasiswa
  4. K5: Dosen, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat
  5. K6: Sarana, Prasarana Pendidikan, dan Keuangan
  6. K7: Penjaminan Mutu
  7. K8: Tata Kelola dan Administrasi

Selain itu, asesor menilai tata kelola program studi, relevansi kurikulum, kualitas sumber daya manusia, layanan akademik, serta kelayakan sarana dan prasarana pembelajaran untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar akreditasi yang berlaku. Penilaian juga mencakup evaluasi dokumen pendukung, keterlibatan sivitas akademika, efektivitas pelaksanaan praktik klinik, serta kontribusi mitra jejaring dalam mendukung pencapaian kompetensi lulusan.

Kegiatan visitasi dimulai dengan sesi pembukaan yang dihadiri oleh pimpinan UPPS, Ketua Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta tamu undangan. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah, yaitu Bupati Toli-Toli atau yang mewakili, Ketua DPRD Kabupaten Toli-Toli atau yang mewakili, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toli-Toli, Direktur RSUD Mokopido, pimpinan puskesmas jejaring, serta stakeholder lainnya. Kehadiran pejabat daerah ini merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan kesehatan di Kabupaten Toli-Toli.

Setelah pembukaan, asesor melanjutkan kegiatan dengan klarifikasi dokumen borang, observasi fasilitas pembelajaran, wawancara dengan mahasiswa, alumni, dosen, tenaga kependidikan, dan pengguna lulusan. Asesor juga melakukan kunjungan langsung ke lahan praktik, termasuk RSUD Mokopido dan Puskesmas Baolan, untuk menilai mutu penyelenggaraan praktik klinik, kelayakan sarana prasarana, serta kompetensi bimbingan klinik.

Dalam Berita Acara yang dibacakan pada hari terakhir, asesor memberikan apresiasi atas kesiapan Program Studi D-III Keperawatan Toli-Toli serta komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan. Asesor juga memberikan rekomendasi strategis untuk penguatan sistem penjaminan mutu, optimalisasi pembelajaran berbasis teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan kerja sama dengan jejaring lahan praktik.

Visitasi akreditasi ditutup dengan penandatanganan Berita Acara oleh asesor, Ketua Program Studi, dan pimpinan UPPS sebagai bentuk pengesahan hasil asesmen lapangan. Diharapkan hasil akhir akreditasi yang akan diterbitkan nantinya dapat memperkuat posisi Program Studi D-III Keperawatan Toli-Toli sebagai salah satu institusi pendidikan vokasi kesehatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

 

Rangkaian Kegiatan Penting

  • 18 November 2025: Pembukaan, klarifikasi borang, observasi sarana prasarana
  • 18–19 November 2025: Wawancara mahasiswa, dosen, alumni, pengguna lulusan
  • 19 November 2025: Kunjungan lapangan ke RSUD Mokopido & Puskesmas Baolan
  • 20 November 2025: Penyusunan laporan asesor & pembacaan Berita Acara
  • 21 November 2025: Penutupan dan keberangkatan asesor

 

 

 

 

 

 

By |2025-11-25T00:22:50+00:00November 21st, 2025|Uncategorized|0 Comments

Poltekkes Kemenkes Palu Gelar Berbagai Kegiatan Peringati HKN ke-61: Wujudkan Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Palu — Poltekkes Kemenkes Palu menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 sebagai bentuk komitmen mendukung upaya promotif, preventif, dan edukatif di bidang kesehatan. Peringatan HKN tahun ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sekaligus memperluas edukasi publik mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dengan mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai perayaan, tetapi juga sebagai gerakan nyata yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tenaga kesehatan, sivitas akademika, pelajar, hingga sektor swasta. Poltekkes Kemenkes Palu berupaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dan meningkatkan pelayanan kesehatan melalui berbagai aktivitas yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, pihak institusi menegaskan bahwa Peringatan HKN ke-61 merupakan ajang strategis untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup sehat sejak dini. Edukasi mengenai pencegahan penyakit tidak menular, kesehatan mental, kesehatan ibu dan anak, serta pemenuhan gizi seimbang terus menjadi fokus utama kegiatan.


Cek Kesehatan Gratis Diikuti Ribuan Peserta

Salah satu kegiatan utama yaitu Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan pada 11 – 12 November pada mahasiswa poltekkes kemenkes palu dan pelajar di Sekolah SMA/SMK Kota dan Kabupaten di Sulwaesi Tengah, sedangkan pada Masyarakat yakni pada tanggal 14 – 15 November 2025  di Lapangan Vatulemo Kota Palu, dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Prodi Keperawatan,kebidanan,kesling serta Gizi. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, lingkar pinggang, berat badan, serta Indeks Massa Tubuh (IMT).

Kegiatan ini mendapat antusiasme luar biasa dari sivitas akademika dan pelajar SMA/SMK. Lebih dari 3.000 peserta tercatat mengikuti pemeriksaan kesehatan dasar tersebut. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan informasi langsung tentang kondisi kesehatan mereka sekaligus edukasi terkait pencegahan penyakit dan pentingnya menjaga gaya hidup sehat.


Donor Darah, Wujud Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Selain CKG, Poltekkes Kemenkes Palu juga menyelenggarakan donor darah bekerja sama dengan PMI Kota Palu. Kegiatan ini dilaksanakan pada 07 Oktober s/d 12 November 2025 di kampus poltekkes kemenkes palu. kegiatan ini bertujuan menumbuhkan nilai solidaritas dan kepedulian sosial, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kota Palu.

Tercatat lebih dari 100 pendonor berpartisipasi, baik dari kalangan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun masyarakat umum.


Dukungan Pendidikan Kesehatan dan Peran Aktif Sivitas Akademika

Melalui rangkaian kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Palu menegaskan komitmennya dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan promotif dan preventif menjadi pengalaman penting dalam membentuk calon tenaga kesehatan yang berkompeten, berempati, dan siap menjadi agen perubahan di masyarakat.

Peringatan HKN ke-61 juga menjadi sarana memperkuat edukasi tentang pentingnya kesehatan fisik, mental, dan sosial bagi seluruh sivitas akademika. Hal ini diharapkan dapat melahirkan teladan positif yang dapat ditiru masyarakat luas.


Momentum Mewujudkan Indonesia Sehat

Peringatan HKN ke-61 di Poltekkes Kemenkes Palu diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi gerakan berkelanjutan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing. Dengan melibatkan berbagai elemen dan menghadirkan kegiatan bermanfaat secara langsung, institusi ini terus mempertegas dukungannya terhadap visi pembangunan kesehatan di Indonesia.

Semangat “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” menjadi dorongan bagi seluruh peserta dan penyelenggara untuk terus menjaga kesehatan diri dan lingkungan demi masa depan bangsa yang lebih baik.

By |2025-11-25T01:51:32+00:00November 12th, 2025|Direktorat, Uncategorized|0 Comments

“Kesehatan jantung Ibu dan Anak: Pendekatan Holistik Untuk Bidan Di Era Modern”

Prodi D-III Kebudanan Palu Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu kembali menggelar Kuliah Pakar bertema “Kesehatan Jantung Ibu dan Anak: Pendekatan Holistik untuk Bidan di Era Modern” pada hari Selasa, 11 November 2025, menghadirkan narasumber ahli di bidang kesehatan anak, dr. Imanuel Far-Far, M.Ked.Klin, Sp.A. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa, dosen, serta mahasiswa dan dosen prodi lainnya yang antusias mendalami isu-isu terkini dalam pelayanan neonatal.

Dalam kuliah yang berlangsung di Aula Poltekkes Kemenkes Palu, dr. Imanuel membawakan topik penting: “Perawatan dan Pencegahan Komplikasi Kardiovaskuler pada Bayi Baru Lahir di Pelayanan Kebidanan.” Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan pendekatan multidisipliner dalam menangani gangguan jantung bawaan serta komplikasi kardiovaskuler yang sering kali tidak terdiagnosis sejak dini.

Pokok materi yang disampaikan antara lain

  1. Identifikasi risiko kardiovaskuler pada neonatus melalui skrining fisik dan penggunaan teknologi diagnostik sederhana di fasilitas kebidanan.
  2. Peran bidan dalam pemantauan tanda-tanda vital dan pengenalan gejala awal gangguan jantung pada bayi baru lahir.
  3. Pentingnya rujukan cepat dan tepat ke fasilitas kesehatan lanjutan untuk penanganan lebih lanjut.
  4. Pendekatan holistik yang mencakup edukasi keluarga, dukungan psikososial, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya.

Dalam paparannya, dr. Imanuel juga menyoroti tantangan yang dihadapi bidan di lapangan, terutama di daerah dengan keterbatasan fasilitas. Ia mendorong peningkatan kapasitas bidan melalui pelatihan berkelanjutan dan integrasi ilmu kardiologi dasar dalam proses pembelajaran di kebidanan.

Wakil Direktur I, Nurjaya SPd.,M.Kes dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah pakar ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dan tenaga kebidanan dalam memberikan pelayanan yang responsif terhadap masalah kardiovaskuler neonatal. “Bidan adalah garda terdepan dalam pelayanan ibu dan anak. Dengan pemahaman yang kuat tentang kesehatan jantung, mereka dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar kasus-kasus klinis dan strategi penanganan di lapangan. Kuliah pakar ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam mencetak bidan profesional yang siap menghadapi tantangan kesehatan ibu dan anak di era modern.

 

 

By |2025-11-25T00:25:41+00:00November 11th, 2025|Uncategorized|0 Comments

Kegiatan Tes Kebugaran Pegawai

Kegiatan tes kebugaran pegawai dilaksanakan pada Selasa – Rabu, 4 – 5 November 2025, sebagai upaya untuk memantau kondisi kesehatan dan tingkat kebugaran fisik seluruh pegawai. Pemeriksaan ini mencakup penilaian parameter dasar seperti tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, indeks massa tubuh, gula darah, dan kolesterol. Melalui kegiatan ini, pegawai dapat mengetahui kondisi kebugaran masing-masing sekaligus memperoleh rekomendasi gaya hidup sehat yang dapat mendukung produktivitas kerja.

Tujuan Kegiatan :

  1. Mengetahui kondisi kesehatan dan tingkat kebugaran fisik pegawai secara objektif
  2. Mendeteksi dini potensi risiko kesehatan yang dapat memengaruhi kinerja dan keselamatan kerja
  3. Memberikan rekomendasi perbaikan gaya hidup, pola aktivitas fisik, dan kebiasaan sehat kepada pegawai
By |2025-11-25T00:27:55+00:00November 5th, 2025|Uncategorized|0 Comments

Penutupan Praktik Intervensi Kebidanan Poltekkes Palu: Mahasiswa Paparkan Hasil, Camat Tawaeli Beri Apresiasi

PALU, 23 Oktober 2025 – Rangkaian kegiatan “Praktik Intervensi Spesifik Kesehatan Reproduksi” oleh Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu telah resmi ditutup. Acara penutupan yang berlangsung hikmat ini dihadiri langsung oleh Camat Tawaeli, Dr. Hendra Okto Utama, S.Hut, M.Si, pada Kamis (23/10/2025).
​Kegiatan yang berfokus pada tema “Strategi Komprehensif, Deteksi Dini, dan Pengobatan Kanker Serviks” ini telah berlangsung di Aula Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, sejak 20 Oktober 2025.
​Dalam acara penutupan tersebut, mahasiswa memaparkan hasil kegiatan dan intervensi yang telah mereka lakukan selama praktik di Dusun Liku, Kelurahan Lambara. Pemaparan ini merangkum temuan data, proses Focus Group Discussion (FGD), serta hasil pelaksanaan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat).
​Camat Tawaeli, Dr. Hendra Okto Utama, S.Hut, M.Si, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi mahasiswa dan Poltekkes Kemenkes Palu. Beliau berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut.
​”Kami berterima kasih atas intervensi yang telah dilakukan. Kami berharap kegiatan praktik ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa dilanjutkan dengan program-program lain yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat Tawaeli,” ujar Dr. Hendra Okto Utama.
​Acara dilanjutkan dengan penyerahan kembali mahasiswa dari lokasi praktik kepada institusi, yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan lapangan.
​Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata, Pemerintah Kecamatan Tawaeli dan Puskesmas Tawaeli memberikan Sertifikat Penghargaan kepada Prodi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dalam memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi dan perannya dalam membantu meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Tawaeli.
​Penutupan ini menjadi bukti keberhasilan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi oleh Poltekkes Kemenkes Palu, yang tidak hanya berfokus pada pendidikan tetapi juga pengabdian langsung yang berdampak positif bagi kesehatan masyarakat.

By |2025-10-24T00:04:22+00:00Oktober 24th, 2025|Uncategorized|0 Comments

Penerimaan Peserta Magang Dosen dan PLP Poltekkes Kemenkes Palu di Balai Labkesmas Donggala

Donggala, 23 Oktober 2025 – Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Donggala hari ini resmi menerima peserta magang dosen dan tenaga Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dari Poltekkes Kemenkes Palu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi sumber daya manusia dalam rangka mendukung peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Sebanyak 12 peserta yang terdiri dari dosen dan PLP dari Jurusan Kesehatan Lingkungan, Gizi, Keperawatan, dan Kebidanan mengikuti kegiatan magang yang akan berlangsung selama dua hari, 23–24 Oktober 2025, di Balai Labkesmas Donggala, Kabupaten Donggala.

Dalam kegiatan penerimaan, Kepala Balai Labkesmas Donggala menyampaikan sambutan hangat dan apresiasi atas kolaborasi ini. Beliau menekankan pentingnya kemitraan antara institusi pendidikan dan laboratorium kesehatan masyarakat untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik di bidang pemeriksaan laboratorium, khususnya terkait penyakit menular, mikrobiologi, parasitologi, dan hematologi.

Program magang ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung bagi para dosen dan PLP dalam kegiatan observasi, praktikum, serta diskusi kelompok, sehingga mampu memperkaya pembelajaran di Poltekkes Kemenkes Palu dan memperkuat link and match dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan ini menandai langkah nyata Poltekkes Kemenkes Palu dalam menjalin kemitraan produktif dengan lembaga eksternal, khususnya Labkesmas Donggala, guna mendorong peningkatan mutu pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik di bidang kesehatan.

By |2025-10-23T07:07:45+00:00Oktober 23rd, 2025|Uncategorized|0 Comments

Poltekkes Kemenkes Palu dan RSUD Undata Perkuat Kemitraan Tingkatkan Kompetensi Dosen dan PLP

Palu, 20 Oktober 2025 – Poltekkes Kemenkes Palu terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui penguatan kemitraan dengan dunia industri dan dunia kerja (IDUKA). Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui program magang dosen dan tenaga Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) di RSUD Undata Palu, rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Tengah yang kini tengah mengembangkan layanan unggulan di bidang jantung.

Kegiatan magang ini dilaksanakan selama enam hari, mulai 20–25 Oktober 2025, dengan fokus pada dua unit utama pelayanan jantung, yakni Intensive Cardio Vascular Care Unit (ICVCU) dan Cathlab (Catheterization Laboratory). Sebanyak empat peserta yang terdiri dari dosen dan tenaga PLP dari jurusan Keperawatan dan Kebidanan mengikuti kegiatan ini melalui metode observasi, pengkajian, serta praktik langsung di lapangan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari penetapan Poltekkes Kemenkes Palu sebagai sentra unggulan bidang kesehatan jantung berdasarkan Keputusan Dirjen Tenaga Kesehatan Nomor HK.01.07/F/3912/2023. Melalui kemitraan ini, Poltekkes Palu berupaya menyiapkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi klinis sesuai perkembangan layanan kardiovaskuler.

Selain memperkuat keahlian teknis dosen dan PLP, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kerja sama lintas institusi antara Poltekkes Kemenkes Palu dan RSUD Undata Palu. Diharapkan, pengalaman magang ini dapat memperkaya proses pembelajaran di kampus serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu lulusan di bidang pelayanan kesehatan jantung.

By |2025-10-23T06:57:08+00:00Oktober 23rd, 2025|Uncategorized|0 Comments

Direktur & Civitas Akademika Polkespalu mengucapkan selamat kembali bertugas dan sukses kepada Bapak Ir. Budi Gunadi Sadikin,CHFC.,CLU sebagai Menteri Kesehatan RI dan Bapak Prof.dr.Dante Saksono Harbuwono,Sp.PD-KEMD., Ph.D

Direktur & Civitas Akademika Polkespalu mengucapkan selamat kembali bertugas dan sukses kepada Bapak Ir. Budi Gunadi Sadikin,CHFC.,CLU sebagai Menteri Kesehatan RI dan Bapak Prof.dr.Dante Saksono Harbuwono,Sp.PD-KEMD., Ph.D sebagai Wakil Menteri Kesehatan RI Pada Kabinet Merah Putih RI Periode 2024 – 2029.

#polkespalu
#poltekkespalu
#poltekkeskemenkespalu

By |2025-01-13T01:35:22+00:00Oktober 22nd, 2025|Uncategorized|0 Comments

Pengabmas : Penggunaan Akupresure dan Aromaterapi Lemon sebagai Alternatif Terapi bagi Ibu Hamil dengan Hipertensi di Desa Beka Wilayah Kerja Puskesmas Marawola Kabupaten Sigi

Kegiatan pengabdian Masyarakat skema PKM ini dilaksanakan oleh Ibu Asrawaty, ST.Keb., M.Tr.Keb sebagai Ketua tim, dengan anggota tim: Arie Maineny, SST., M.Tr.Keb, dan Febty Kuswanti, SST., M.Keb.

Kegiatan tersebut dilakukan selama 3 hari sejak tanggal 02-04 Juni 2025 bertempat di Desa Beka Kecamatan Marawola. Kegiatan tersebut dibuka oleh ibu Asrawaty, ST.Keb., M.Tr.Keb selaku ketua tim pengabdian dan dihadiri oleh anggota tim pengabmas, dan bidan Metriyana, S.Tr.Keb yang merupakan bidan Desa Beka dan Bidan Ni Nyoman Setiasih, S.Tr.Keb yang merupakan bidan koordinator Puskesmas Marawola. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan melibatkan beberapa mahasiswa kebidanan.

Tim pengabdian masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Palu memperkenalkan terapi alternatif non-medis berupa akupresur dan aromaterapi lemon bagi ibu hamil penderita hipertensi di Desa Beka wilayah kerja Puskesmas Marawola Kabupaten Sigi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui pendekatan alami dan edukatif. Pengabdian ini melibatkan bidan desa, kader posyandu, ibu hamil serta masyarakat setempat dalam pelatihan dan praktik langsung.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Asrawaty, ST.Keb., M.Tr.Keb, menjelaskan bahwa hipertensi dalam kehamilan masih menjadi salah satu penyebab tingginya risiko komplikasi maternal. Terapi alternatif seperti akupresur dan aromaterapi dapat menjadi solusi pendukung yang aman dan mudah diterapkan. “Akupresur membantu melancarkan peredaran darah, sementara aromaterapi lemon dari minyak esensial bersifat menenangkan dan membantu mengontrol stres serta tekanan darah,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan. Tim pengabdian mengajarkan teknik akupresur sederhana yang bisa dilakukan sendiri oleh ibu hamil atau dibantu oleh keluarga. Selain itu, ibu hamil juga diberikan edukasi tentang penggunaan aromaterapi lemon secara aman.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Beka. Sebanyak 25 peserta terdiri dari ibu hamil, kader, dan bidan ikut serta dalam sesi pelatihan dan praktik terapi. Para peserta mengaku merasakan manfaat relaksasi dan kenyamanan setelah mengikuti terapi. “Saya sering pusing karena tekanan darah naik. Setelah ikut terapi dan pakai minyak lemon setiap malam, rasanya lebih tenang dan tidur lebih nyenyak,” ujar salah satu peserta, Ibu Ifriani (32 tahun).

Harapan untuk Keberlanjutan Program

Kepala Puskesmas Marawola, dr. Rika Aprianti, menyatakan dukungannya atas program ini dan berharap metode ini dapat dijadikan program berkelanjutan di posyandu dan pelayanan antenatal rutin. “Pendekatan ini tidak hanya menyehatkan ibu hamil, tapi juga memberdayakan keluarga dan kader untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan kehamilan,” tuturnya.

Program ini merupakan wujud kolaborasi antara sektor pelayanan kesehatan primer dan pendidikan tinggi dalam mendukung kesehatan ibu dan anak, serta menjadi inspirasi bagi desa lain di Kabupaten Sigi dalam menerapkan terapi alternatif yang aman dan terjangkau.

Screenshot

Screenshot

 

By |2025-08-01T00:34:22+00:00Agustus 1st, 2025|Uncategorized|0 Comments

Poltekkes Kemenkes Palu Gelar Edukasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Bagi Ibu Hamil di Desa Lero, Kabupaten Donggala

Desa Lero, Donggala – Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Edukasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana bagi Ibu Hamil di Desa Lero, Donggala” telah berhasil dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mengedukasi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Mardiani Mangun, S.SiT., MPH., bersama tim dosen dari institusi pendidikan kesehatan, yakni Dr. Irsanty Collein, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ibu Olkamien J. Longulo, S.Kep.Ns., MSc., Eli Saripah, S.Kep.Ns., M.Kep., Sp.Kep.J., Zakia Radjulaeni, M.Tr.Keb, dan Masda, SST. Mereka semua merupakan tenaga pendidik dan praktisi kesehatan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu kesiapsiagaan bencana dan kesehatan komunitas.

Kegiatan ini dihadiri oleh lima orang ibu hamil, sepuluh kader kesehatan, serta petugas kesehatan dan perangkat desa, termasuk Bapak Kepala Desa Lero, Abdul Salam. Kehadiran perangkat desa menunjukkan dukungan penuh terhadap program ini. Para peserta sangat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang diselenggarakan, mulai dari sesi edukasi hingga simulasi praktik lapangan.

Sesi edukasi difokuskan pada pemahaman dasar mengenai jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Donggala, termasuk gempa bumi dan tsunami, serta dampaknya terhadap ibu hamil. Materi yang disampaikan juga meliputi pentingnya memiliki rencana darurat keluarga, isi tas siaga bencana, serta langkah-langkah evakuasi yang tepat dan aman bagi ibu hamil. Edukasi ini dibawakan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar peserta dapat menyerap informasi secara maksimal.

Dalam sesi simulasi, peserta diajak untuk mempraktikkan langkah-langkah evakuasi secara langsung. Dengan bantuan tim fasilitator dan petugas kesehatan, ibu hamil dilatih untuk mengenali jalur evakuasi, posisi tubuh yang aman saat terjadi gempa, dan bagaimana meminta bantuan jika dalam kondisi darurat. Para kader kesehatan juga diberi penguatan peran sebagai pendamping dan pemberi informasi awal dalam situasi krisis.

Selain memberikan edukasi teknis, kegiatan ini juga mengedepankan aspek psikososial. Ibu hamil diajak untuk berbagi pengalaman dan kekhawatiran mereka terhadap kemungkinan bencana. Dalam sesi diskusi kelompok kecil, tercetus beberapa tantangan seperti kurangnya akses terhadap informasi, keterbatasan transportasi saat darurat, hingga rasa takut dan kecemasan yang berlebih. Fasilitator memberikan dukungan emosional dan strategi coping yang dapat digunakan peserta dalam menghadapi stres bencana.

Kepala Desa Lero, Abdul Salam, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap agar pelatihan serupa dapat terus dilanjutkan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. Menurut beliau, kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama, dan keterlibatan ibu hamil dan kader merupakan modal sosial penting dalam memperkuat ketangguhan desa terhadap bencana.

Hasil evaluasi dari kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesiapan peserta dalam menghadapi situasi bencana. Melalui post-test dan umpan balik, diketahui bahwa sebagian besar peserta mampu mengingat langkah-langkah evakuasi, memahami pentingnya tas siaga, serta lebih percaya diri dalam bertindak saat terjadi bencana. Ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.

Kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah desa. Tim dosen berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat melalui program pengabdian berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada edukasi satu arah, namun juga pada pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Diharapkan ke depan akan ada pengembangan modul lokal kesiapsiagaan bencana yang dapat digunakan oleh desa lain di wilayah Donggala.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, tim pengabdian berharap agar masyarakat, khususnya ibu hamil, tidak hanya menjadi objek bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga menjadi subjek aktif dalam proses mitigasi dan tanggap darurat. Edukasi dan simulasi yang diberikan menjadi bekal penting dalam membangun komunitas yang lebih siap, tangguh, dan mandiri dalam menghadapi bencana di masa depan.

By |2025-08-01T06:24:58+00:00Juli 31st, 2025|Uncategorized|0 Comments
Go to Top